30

Jul 12

Interpolasi (2)

Menyambung posting sebelumnya. Dialog Ordinary Kriging MapWindow ini yang sedang saya pelajari. Models, Range, Nugget, Sill, Number of points to search, bla bla bla. Nampaknya perlu belajar lagi dari awal, dari dasar-dasar teori mengenai Kriging. Mau tidak-mau harus meluangkan waktu untuk menelusurinya. Percobaan untuk memahaminya, mungkin perlu dengan cara sederhana, mengutak-atik variabel yang ada di dialog tersebut. Selanjutnya, memperhatikan hasil dan membandingkan dengan hasil sebelumnya.

Ide lainnya yang terlintas. Yaitu komparasi dengan hasil yang diperoleh dengan interpolasi perangkat lunak lain, misalnya dengan tidak tanggung-tanggung dihadapkan dengan hasil ArcGIS atau ArcView 3.3. Gimana ya? Ini kok seperti mengadu perangkat lunak jadinya. Padahal tujuan utama adalah memahami Dialog Kriging di MapWindow. Entah ide ini akan saya jalani apa tidak.

Menyoal interpolasi di MapWindow, ternyata plug in ini perjalanannya sudah lama. Saya menemukan forum diskusi http://www.mapwindow.org/phorum/read.php?2,8505. Kalau melihat waktu, pada tahun 2008, plug in ini belum ada. Memang benar.

Tetapi patut diketahui, bahwasanya Kriging hanyalah salah satu alternatif dari sekian teknik interpolasi titik.Tidak seperti metode langsung seperti Nearest Point, Trend Surface, Moving Average atau Moving Surface. Kriging ini berlandaskan pada metode statistik.

Kalau membaca http://spatial-analyst.net/ILWIS/htm/ilwisapp/popup/kriging_popup.htm, saya mendapatkan pemahaman sederhana bahwa Kriging dapat dilihat sebagai interpolasi titik yang membutuhkan peta titik sebagai masukkan dan mengembalikan sebagai sebuah peta raster dengan estimasi dan peta kesalahan. Faktor berat di Kriging ditentukan dengan ditentukan pengguna model semi-variogram (didasarkan pada output dari operasi korelasi spasial), distribusi poin masukan, dan dihitung sedemikian rupa sehingga meminimalkan kesalahan estimasi dalam setiap keluaran piksel. Nilai diperkirakan atau diprediksi dengan demikian kombinasi linear dari nilai input dan memiliki kesalahan estimasi minimum. Dua metode yang tersedia: Kriging Sederhana dan Kriging Biasa. Peta error opsional mengandung kesalahan standar dari estimasi. Selain Kriging Sederhana dan biasa, konon katanya, juga dapat menggunakan operasi Kriging anisotropik, Kriging Universal, CoKriging, atau Kriging dari Raster. Wah apalagi ini??

Pantas saja kalau pada antarmuka Dialog Kriging di MapWindow dibangun dengan tampilan grafik. Nampaknya bertujuan untuk melihat model semi-variogram. Hohoho, canggih juga idenya. Orang yang membuatnya punya pikiran maju ini. Jadi pengguna ditunjukkan gambaran model semi-variogramnya. Tidak hanyal tau-tau hasilnya jadi, seperti dengan melafalkan mantra simsalabim abra ka dabra beres semua. Eh, semi-variogram, variogram apaan?. Akhirnya membuka halaman ini http://en.wikipedia.org/wiki/Variogram. Wedew.., masih belum pada inti yang ingin saya capai.

Sejauh ini, saya mempunyai pendapat kalau cocok sekali perangkat lunak MapWindow ini untuk belajar dari dasar. Jadi mengingat pernah praktikum di kampus untuk mata kuliah SIG dan Pemrosesan Citra Digital (PCD) dengan perangkat lunak yang masih harus ketik-ketik perintah. Yaitu dengan PC Arc/Info 3.5.1 dan ILWIS versi DOS sekitar 10 tahun yang lalu. Tapi dengan belajar dari yang seperti itu, membuat pemahaman konseptual lebih bagus, tidak hanya sekedar hafal klik-klik-kliknya (teknis) saja pada perangkat lunak. Ambil contoh kalau di SIG, masalah topologi. Ini pengalaman pribadi, saya jadi lebih memahami topologi gara-gara PC Arc/Info 3.5.1. Jadi begitu melompat dari shapefile ArcView GIS 3.3 ke geodatabase ArcGIS 9x ataupun ArcGIS 10, tenang-tenang saja. Soalnya itu menurut pendapat saya, persis saja dengan format coverage di PC Arc/Info 3.5.1 jaman dulu kala. Baik, Mari belajar lagi