5

Oct 12

Catatan Kuliah Geoscience

Saya sedang memulai perkuliahan lagi, dan sedang terkena doktrin geomorfologi, “the present is the key to the past”.   Apa maksudnya?, dalam studi geomorfologi proses internal dan ekternal pada permukaan bumi, yang bekerja saat ini itu sama dengan yang terjadi dimasa lampau, hanya saja intensitas bisa bervariasi. Itu tadi merupakan bagian yang fundamental untuk setiap  pemahaman logis perkembangan topografi. Dengan melihat bentukan yang telah ada sekarang, kejadian masa lalunya dapat ditelusuri.

Menurut saya, kalimat “the present is the key to the past”, itu begitu punya kekuatan sugesti yang kuat. Mengapa?, sebab itu menggugah kesadaran akan perhatian kita pada lingkungan sekitar. Seolah-olah kita diajak untuk secara sadar, sengaja meluangkan waktu untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekeliling kita. Sederhana saja, misalnya yang tinggal di wilayah Kabupaten Sleman, kalau cuaca cerah, kemudian menghadap ke utara, Gunung Api Merapi akan terlihat gagah disana. Sudah berapa lama Gunung Api Merapi berdiri disana?, sadarkah kita akan kontribusi yang diberikannya? Juga kemungkinan-kemungkinan bahaya alam yang dapat ditimbulkannya?. Kemudian yang tinggal di Pleret, Imogiri, Jetis, Pundong Bantul itu, pegunungan Seribu terpampang diselatan, yang tinggal di Wates dan sekitar, ada perbukitan Menoreh. Pernah tidak beberapa menit dipagi merenungkan betapa disekitar kita ini bentang alam itu terjadi karena proses dimasa lalu?. Ada rangkaian proses alam yang telah berjalan lama dan itu belum berhenti.

Mungkin dari sekelumit itu, kita bisa memulai memperhatikan lingkungan sekitar, tanggap akan permasalahan dan juga mencermati tanda-tanda alam. Mungkin dari situ ada informasi yang bisa didapatkan terkait dengan bagaimana mengelola lingkungan. Mungkin dari situ juga bisa beroleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Buat saya pribadi, alam ini masih begitu misterius dan masih banyak yang perlu dipelajari.

No comments yet, be the first.

Leave a Reply