4

Jan 13

Petamu powerful belum?

Menurut John Calkins, ESRI, untuk peta agar menjadi benar-benar kuat membutuhkan dua hal. Pertama, mereka perlu untuk menceritakan sebuah cerita. Kedua, mereka harus dimasukkan ke dalam tangan orang.

Maksud yang pertama itu bagaimana?.  Ini pemahaman saya, boleh dikata hampir setiap orang dapat mempublikasikan peta atau data spasial, apalagi misalnya untuk lulusan Geografi. Bukan hal yang sukar bagi mereka, soalnya ada mata kuliah dan praktikum membuat peta. Tapi perlu diingat, saat ini, hari ini kita perlu jeli melihat pergeseran keinginan dan kebutuhan untuk berkomunikasi dalam bercerita secara lebih efektif, bukan hanya data yang ditampilkan begitu saja. Kalau hanya seperti itu, membosankan sekali nanti. Oleh karena itu,  perlu menyusun peta ini menjadi produk informasi yang lebih berguna. Karena peta akan memiliki kekuatan ketika mereka itu bisa bercerita. John Calkins  bilang  perlu ditambah narasi sehingga membuat peta itu bisa bercerita. Oke, berarti itu nanti akan elemen narasi yang dimasukkan ke dalam layout peta. Aha.., itu layaknya sebuah infografis..!.

Kemudian maksud yang kedua, harus dimasukkan ke dalam tangan orang, apa itu?. Sudah banyak orang yang sering membuat peta, tetapi apakah petanya itu mencapai orang yang tepat?. Peta itu nanti hanya memiliki kekuatan ketika sampai pada  tangan orang yang tepat. Kalau sampai ke penjual kacang, jangan-jangan peta yang dicetak diselembar kertas itu hanya menjadi bungkus. Tidak berarti apa-apa. Wah repot.

Saat ini selain cara menyajikan peta dengan dicetak dengan printer, plotter dll, sudah ada pilihan menempatkan peta dalam aplikasi web atau syukur-syukur  bisa menempatkannya pada perangkat mobile. Wah ini..

Bila peta anda itu bisa sampai orang-orang yang memerlukan, dan mereka bisa menggunakannya untuk membuat sesuatu, misalnya  saja peta itu membantu memilih rute dari rumah ke kantor, ke pasar, ke kampus atau ke rumah pacar dst secara lebih efisien, menjadi lebih produktif, karena mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik. Bukankah mereka telah menggunakan peta itu untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik?. Nah, yang begini ini.

Saya pribadi, kadang meluangkan waktu sekedar melihat-lihat peta yang pernah saya buat, entah itu untuk publikasi orang lain, pesanan orang, peta untuk laporan ilmiah, poster dst. Saya melihat dan mempelajarinya kembali, mengapa peta saya desain seperti itu?, kenapa pemilihan warna dan fonts seperti itu? dst. No body perfect.., untuk menjadi semakin baik memang harus terus belajar dan menerapkan pelajaran yang diperoleh itu. Untuk mencapai level mampu menghasilkan peta yang powerful memang tidak mudah.. Orang lain nanti yang akan menilai, first impression yang didapatnya ketika melihat, membaca peta anda dapat jadi tolok ukur.

One Comment

  1. Hi there, just wanted to mention, I loved this post. It was practical. Keep on posting!

Leave a Reply