28

Feb 13

Tidak Ada Kata Terlambat Belajar SIG

Cerita ini berdasarkan pengalaman memberikan materi pengantar dan praktek Sistem Informasi Geografis (SIG) di 3 perguruan tinggi negeri yang berbeda. Kegiatannya dalam format lokakarya dan diikuti mayoritas oleh Ibu dan Bapak staff pengajar dan mahasiswa S2 dan S3 yang telah bekerja di suatu institusi. Jadi menilik dari itu, sudah bisa diketahui dari sisi usia peserta lokakarya tidak lagi muda.

Ada sebuah pepatah yang terkenal terkait usia, “Tua-Tua Keladi – Makin Tua Makin Jadi”. Mungkin inilah yang sesuai untuk peserta kegiatan ini. Banyaknya pengalaman dan wawasan yang sebelumnya telah mereka dapatkan, serta kesadaran betapa SIG sangat mereka butuhkan untuk menunjang dan memajukan kegiatan yang ada, maka mereka sungguh bersemangat. Lebih semangat daripada anak didik mereka sendiri mungkin. Pernah saya harus pulang dari lokasi kegiatan jam 19.00 karena peserta sangat antusias belajar digitasi on-screen hingga dapat membuat peta yang bagus.

Bagi saya yang berkecimpung di bidang praktis, menanggapi hal ini dengan senang hati. Tidak ada kata terlambat belajar SIG. Semakin banyak orang yang sadar, mengerti wawasan ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka, adalah sesuatu yang positif. Dan saya sangat berharap, ini semua dapat menumbuhkan kesadaran keruangan, kesadaran akan lingkungan yang ada disekitarnya. Dampak baiknya salah satunya adalah kesadaran akan pentingnya tata ruang, pentingnya pengelolaan sumberdaya alam, pentingnya mengaplikasikan wawasan SIG ini untuk membuat aktivitas sehari-hari lebih lancar dan sebagainya.  Tidak perlu yang muluk-muluk ingin menggunakan SIG untuk aplikasi yang rumit, yang sederhana saja misalnya menggunakan wawasan ini untuk memilih rute perjalanan ke Kampus dan menghindari kemacetan lalu – lintas. Ini misalnya ditengah perjalanan  menggunakan perangkat smartphone membuka Google Map atau sejenisnya dan mengaktifkan GPS yang ada pada ponsel untuk mengetahui keberadaan diri. Kemudian berdasarkan informasi yang diperoleh dari Google Map itu, memutuskan mengambil rute perjalanan yang ternyaman menuju tujuan. Sesederhana itu saja.., bukankah ini sangat membantu membuat lebih efisien ?. Hal seperti itu mungkin tidak disadari, namun ternyata telah menggunakan pendekatan keruangan.

Bagi saya pribadi, wawasan ini sungguh besar manfaatnya. Mengapa SIG?. Secara praktis SIG memungkinkan kita semua untuk melihat, memahami pertanyaan, menafsirkan, serta mem-visualisasikan data keruangan dalam berbagai cara yang mengungkapkan hubungan, pola, dan kecenderungan dalam bentuk peta, globe, laporan, dan grafik. Ambil contoh, dengan sarana peta, kita dapat melihat kepulauan yang ada di NKRI dalam sekali pandang…., dengan demikian pandangan kita dapat lebih luas lagi. Istilah kerennya GIS – expanding your view. Jadi, setelah membaca ini,  untuk anda yang belum, apakah anda tertarik untuk belajar?. Kemudian kapan anda ingin belajar ?

No comments yet, be the first.

Leave a Reply