9

Apr 13

Kualitas, Kecepatan dan Harga Dalam Perolehan Data Spasial

hml1

Source: after Hohl (1998)

Tiba-tiba teringat tentang keterkaitan antara kualitas, kecepatan dan harga dalam perolehan data spasial sewaktu kuliah S1 dahulu. Jadi didalam kegiatan perolehan data spasial, ada trade off antara kualitas, kecepatan dan harga. Penjelasannya kurang lebih begini: kita bisa memperoleh data spasial dengan kualitas tinggi, prosesnya cepat tetapi akan memiliki konsekuensi pada biaya yang tinggi. Misalnya jika kita membeli citra satelit beresolusi tinggi. Ambil contoh saja citra Quick Bird, Ikonos, GeoEye.

Penjelasan lain misalnya begini: anda bisa melakukan digitasi kontur dari peta topografi yang meliput Propinsi Jawa Tengah, misal skala 1:25.000 dengan presisi tinggi, namun kecepatan digitasi anda lambat. Oleh sebab itu apabila seseorang hendak meminta hasil digitasi anda tersebut, mengingat anda bersusah payah melakukannya, banyak lembar peta yang harus anda digitasi, kemudian anda meminta kompensasi sejumlah nominal tertentu, ya to?. Capek soalnya..

Jadi sebuah kewajaran apabila data spasial berkualitas tinggi, diperoleh dengan waktu yang cepat, harganya mahal. Bisa pula dipahami pula bahwa kalau data itu kualitasnya rendah, diperoleh dengan waktu yang singkat, kemudian harganya murah atau malah dikasih label gratis. Bisa pula dipahami bahwa untuk mengumpulkan data berkualitas tinggi, butuh waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.

Menurut saya pemahaman ini penting dalam dunia nyata  pekerjaan dan penelitian. Karena besar dan kecilnya dukungan keuangan, kemudian alokasi waktu yang ada untuk pengerjaan sering menjadi kendala didalam perolehan data yang berkualitas. Terkait hal ini kita memang dituntut harus cermat menyesuaikan antara ketiganya. Ini semua dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan  hasil pekerjaan dan penelitian yang hendak dicapai.

 

No comments yet, be the first.

Leave a Reply