12

Apr 13

The Geostatistical Analyst

The Geostatistical Analyst uses sample points taken at different locations in a landscape and creates (interpolates) a continuous surface. The sample points are measurements of some phenomenon such as radiation leaking from a nuclear power plant, an oil spill, or elevation heights. The Geostatistical Analyst derives a surface using the values from the measured locations to predict values for each location in the landscape (ESRI, 2001).

Topik analisis geostatistikal di ArcGIS ini memang langka terdengar dari sekitar saya. Entah kenapa ya?. Menurut referensi yang saya baca-baca dan belum semuanya selesai, dalam interpolasi ada 2 macam teknik. Metode pertama adalah deterministik, kemudian yang kedua adalah geostatistikal. Keduanya bergantung pada kesamaan sampel titik terdekat untuk membuat model fenomena kebumian itu. Metode deterministik menggunakan fungsi matematis untuk interpolasi, disisi lain metode geostatistikal menggunakan statistik dan juga fungsi matematis yang dapat digunakan untuk membuat model fenomena kebumian dan mengevaluasi ketidakpastian prediksi-prediksi yang dilakukan.

Menurut saya ini menarik untuk dipelajari. Sebab, mungkin selama ini model representasi fenomena kebumian ini jarang diukur akurasinya. Misalnya ketika membuat DEM (Digital Elevation Model), katakanlah untuk membantu interpretasi bentuklahan dari Citra Satelit. Logikanya bila DEM-nya akurat, interpretasi bentuklahannya akan banyak terbantu. CMIIW..

Sedang curious dan  nampaknya menarik melakukan eksplorasi menggunakan 2 metode tadi. Cuma belum dapat data. Saya sedang mencari data intensitas curah hujan sungguhan. Sederhana saja, ingin melihat pola sebaran dari interpolasi intensitas curah hujan. Tentu saja ini dituntut punya data tersebut  secara series. Nantinya digunakan untuk melihat apakah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ada perubahan di Kota ini (DIY). Nanti hasilnya dituliskan diblog. Disisi lain, ada rekan yang mengajak ekplorasi image segmentation. Waduh.., sabar-sabar. Semakin banyak PR.

 

No comments yet, be the first.

Leave a Reply