Archive for August 2014

Pekerjaan layout peta untuk mendapatkan tampilan yang bagus memang sering tidak mendapatkan porsi waktu yang memadai. Akibatnya, seringkali dijumpai peta terkesan asal jadi saja dan lebih jauh lagi penampilannya tampak datar-datar saja. Memang bagi sebagian orang kurang konsen pada penyajian hasil akhir sebuah pekerjaan SIG. Padahal bagian penyajian ini sangat penting. Ibarat sebuah produk, bagian penyajian ini termasuk pengemasan agar membuat produk itu lebih menarik dan menyenangkan konsumen. Bayangkan saja apabila yang hendak di layout itu hasil analisis atau pemodelan SIG yang rumit, data-data yang digunakan juga banyak dan kompleks. Kemudian penampilannya hasilnya biasa-biasa saja atau bahkan asal-asalan dibuat. Ibarat mobil Ferrari tetapi catnya cuma cat semprot kaleng kecil itu. Jelas bukan kelasnya dan ini patut disanyangkan.

Sering pula seorang yang sedang bekerja membuat layout peta terpancang pada satu perangkat lunak saja. Misalnya kebiasaan dengan ArcMap, ya sudah all out dikerjakan dengan perangkat lunak itu. Sebenarnya, perlu disadari bahwa fitur yang ada di dalam ArcMap untuk layout itu tidak memiliki jangkauan kemampuan perangkat lunak grafis. Jadi untuk dapat membuat dan menghasilkan peta yang lebih indah perlu tak hanya ArcMap. Dalam hal ini perangkat lunak spesialis grafis sangat diperlukan.

Perangkat lunak spesialis grafis ada banyak pilihan, mulai dari yang gratis sampai dengan lisensinya jutaan rupiah. Sebut saja ada GIMP, Inkscape, Corel Draw, Adobe Illustrator dst. Anda dapat menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan kedalaman fitur yang hendak digunakan. Ini bukan berarti perangkat lunak yang gratis tidak dapat membantu anda dalam membuat peta lebih indah. Banyak faktor yang akan andil didalam proses ini, termasuk kreativitas anda sendiri dalam menerapkan kaidah kartografi ditunjang dengan perangkat yang ada tersebut.

Berikut ini sekedar contoh pemanfaatan perangkat lunak grafis untuk mendukung ArcMap dalam menghasilkan sebuah peta. Jadi dalam hal ini selain ArcMap ada perangkat lunak lain yaitu Inkscape + Image Tricks Lite. Anda juga dapat menggunakan kombinasi perangkat lunak yang berbeda, misalnya setelah ArcMap, ada Corel Draw dan Microsof Photo Editor. Terserah kombinasinya, yang penting anda merasa nyaman dengan kombinasi perangkat lunak grafisnya. Misalnya lebih bisa dan terbiasa dengan Adobe Illustrator, maka ganti saja posisi Corel Draw tersebut. Yang jelas kombinasinya adalah perangkat lunak SIG, perangkat lunak grafis dan perangkat lunak photo editor. Kecuali anda punya perangkat lain yang terintegrasi sehingga dengan perangkat tersebut dapat membuka secara langsung file data SIG. Misalnya dengan Ortelius, OCAD, Canvas with GIS atau pun Avenza MapPublisher, maka akan lain ceritanya.

Hasil dari ArcMap dan Setelah dari perangkat lunak grafis

Tampilan sebelum finishing (hasil dari ArcMap) dan sesudah finishing dari perangkat lunak grafis

Dalam contoh ini, pertama-tama layout dasar peta dibuat di ArcMap. Kemudian hasil layout setengah jadi di ArcMap tersebut di export ke format PDF. File PDF ini kemudian dengan InkScape dibuka dan dilakukan proses selanjutnya. Untuk membuat kesan peta tidak datar, InkScape ada fasilitas filter dimana dapat digunakan untuk membuat beberapa effect. Untuk contoh ini saya menggunakan filter Shadows and Glows> Glow dan Image Effects>Sharpen. Setelah proses itu layout di export menjadi image. Image yang dihasilkan dari proses pengerjaan di InkScape kemudian mendapatkan sentuhan akhir dari perangkat lunak Image Tricks Lite untuk Color>Color Control dan Focus > Sharpen Luminance. Berikut hasil akhirnya.

Peta akhir dari proses dengan perangkat lunak grafis

Peta akhir dari proses dengan perangkat lunak grafis (klik untuk memperbesar)

Pada peta akhir hasil dari proses yang melibatkan perangkat lunak grafis tadi lebih “hidup”. Cobalah anda mempehatikan pada bagian antara sungai, jalan dan daratan yang saling bersinggungan dengan memperbesar gambar di atas. Perubahan warna pada sungai dan daratan setelah proses Color Control dan Sharpen menjadikan peta tersebut lebih baik penampilannya.

Landmark dengan koordinat 48°51′29.6″N2°17′40.2″E apakah itu? Adalah Menara Eiffel di Kota Paris, Perancis. Kalau tidak menyaksikan sendiri masih tidak percaya, bahwasannya daya tarik menara itu luar biasa. Dulu sewaktu membaca wiki mengenai Menara Eiffel disini masih belum ada bayangan. Ternyata begitu menyaksikan sendiri…, ya benar. Tapi yang ingin saya ceritakan lebih dari itu.

Senimanpeta_eiffel

Sewaktu menyaksikan dari kejauhan Menara Eiffel tersebut, saya mengamati lingkungan sekitar. Tampak sekali kalau Menara Eiffel tersebut menjadi salah satu pusat daya tarik dalam tata ruang Kota Paris. Terlebih ketika melihat dari peta yang ada. Perhatikan saja Google Map dibawah ini. 

Mari sejenak berfikir spasial bersama saya. Pertama-tama perhatikan lokasi keberadaan Menara Eiffel. Menurut pendapat saya menara pada posisi yang tepat. Dari keberadaannya pada posisi yang tepat tersebut membuat Menara Eiffel dapat dilihat dari banyak tempat di dalam kota, bahkan dari tempat yang cukup jauh. Saya pikir ini menjadi alasan mengapa Menara Eiffel menjadi salah satu ciri Kota Paris. Setuju?. Yang kedua, apabila anda lebih detil lagi mencermati, lokasi Menara Eiffel tersebut berada didekat sungai. Ini sangat strategis mengingat sungai juga menjadi jalur transportasi di Kota Paris.  Jadi yang lewat dari sungai tersebut dapat menyaksikan Menara Eiffel yang menjulang dari atas boat, perahu atau kapal. Ini menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan bukan?. Tentu saja.  Dari dua hal tadi memperkuat pandangan saya bahwa pemilihan lokasi sudah dipikirkan masak-masak sebelumnya secara tata ruang. Pemilihan lokasi, kemudian posisi Menara Eiffel ini dipilih dengan sangat cermat.

Selain itu,  keberadaan Menara Eiffel juga berpengaruh pada pergerakan didalam Kota Paris secara umum. Ketika saya berada disana, saya menyempatkan diri mengamati pejalan kaki, kendaraan yang lalu-lalang dan juga transportasi umum. Arah pergerakan itu salah satunya menuju pada lokasi Menara Eiffel tersebut. Bahkan Metro yaitu salah satu moda transportasi umum berupa kereta bawah tanah yang ada di Kota Paris mempunyai stasiun yang dekat dengan menara itu.  Ch. de Mars-Tour Eiffel !. Kalau dipeta jalur Metro yang saya dapat dari tempat menginap stasiun ini No 43. Kalau anda ingin melihat dari web resmi bisa download disini. Nah nanti akan jumpa ada nama stasiun Champ de Mars Tour Eiffel dekat dengan Bir-Hakeim.

Lebih jauh lagi, kalau anda memperhatikan Google Map di atas lebih detil,  jalan utama yang ada di sekitar Menara Eiffel tersebut, misalnya Avenue de la Bourdonnais (Av. de la Bourdonnais), Avenue de Suffren (Av. de Suffren) dan lain-lain kemudian keberadaan Champ de Mars dan Ecole Militaire. Perhatikan dengan seksama. Semuanya menurut pandangan saya bisa menyatu, saling mendukung dan saling menguatkan. Kalau menurut Kevin Lynch (1960) ini pasti bagian dari unsur visible, coherent and clear dalam city form. Jadi buah dari penataan tersebut hasilnya adalah tata ruangnya rapi dan jelas konsepnya. Tidak campur aduk atau ada “tabrakan” fungsi ruang. Saya yakin semua pasti sepakat jika akan tidak asik apabila disamping Menara Eiffel ada yang bangun pabrik peleburan baja dan mengantongi izin pembangunan bukan ?. Atau, lurus dihadapan Menara Eiffel tepatnya di Champ de Mars ada BTS kepunyaan operator telepon seluler misalnya. Kacau pemandangan..

Nah, tata ruang lagi-lagi sangat penting. Bagi saya pribadi yang berkecimpung diranah spasial, pengalaman berkunjung di Kota Paris membekas sekali. Utamanya terkait tata ruang, transportasi umum dan betapa estetika dalam tata ruang itu demikian penting. Kalau dalam bahasa saya, tata ruang ini tak hanya sekedar tata fungsi dalam space dibumi tapi juga tata estetika. Menciptakan suasana nyaman bagi manusia yang tinggal dan juga yang berkunjung. Biar adem ayem begitu.