Archive for December 2014

Untuk membuat peta suatu lokasi tertentu seringkali banyak kendala. Misalnya tidak ada ketersediaan data yang memadai atau data-data yang ada sudah out of date dst. Namun, pada saat itu kita sangat memerlukan untuk membuat peta lokasi tersebut. Apa yang perlu dilakukan ?. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah yang akan saya uraikan berikut ini.

Cara ini menggandalkan Citra satelit yang dishare pada aplikasi Google Map/Google Earth, kemudian ditambah dengan site visit untuk melakukan GPS Survey. Saya membaginya dalam 2 proses. Proses pertama adalah murni pekerjaan di depan komputer, sebut saja studio work. Kemudian proses kedua adalah kombinasi fieldwork dengan studio work. Secara garis besar proses pertama ditunjukkan oleh gambar dibawah ini.

drawing-1-steps modified1

Setelah proses pertama selesai, maka anda perlu mempersiapkan diri untuk site visit. Jika lokasi yang hendak dibuat petanya itu jauh, maka segala keperluannya harus anda persiapkan secara matang. Saya tidak merincikan satu-persatu keperluan tersebut disini. Yang pasti pada bagian ini termasuk persiapan peralatan utama yaitu GPS. Adapun garis besar proses kedua ditunjukkan oleh Gambar 2.
Salah satu contoh hasil rangkaian proses pertama dan kedua tersebut adalah peta dibawah ini.

drawing-1-steps modified2

Kini, yang perlu anda ketahui dan sadari adalah peta tersebut memiliki beberapa aspek minus dan plus. Seperti, pertama aspek metrik, kalau saat anda mendigitasi kurang halus maka presisi obyek yang tergambar berkurang.Jadi untuk mengetahui informasi sangat detil seperti luasan persil lahan seseorang secara akurat, ukur tanah sangat direkomendasikan. Kedua,saat anda melakukan survei menggunakan GPS, keterangan dan koordinat obyek membantu meningkatkan akurasi peta. Keterangan dan koordinat yang didapat dari survei GPS ini penting utamanya saat anda mengisi data atribut dalam shapefile serta editing shapefile. Ketiga, karena belum tentu citra yang di upload di Google Map/Google Earth itu terbaru untuk lokasi yang sedang anda kerjakan, beberapa informasi mungkin tidak terliput didalamnya. Kesempatan saat site visit ini baiknya digunakan untuk menambah informasi itu. Berikut contoh hasil dari proses 1 dan 2 diatas.

ay_permukiman_blog modified

Nilai plus cara membuat peta ini, karena menggabungkan metode penginderaan jauh dan survei terpadu (walau tidak fully adopted), maka proses pembuatan peta terbilang singkat. Kalau cuma untuk membuat peta demi kepentingan reklame, brosur wisata yang tidak memerlukan detil tinggi, saya dapat bilang cara ini dapat diterima. Anda tidak perlu aerial photograph yang dibuat dengan menerbangkan Drone, Kite atau naik Gantole dst.Karena cara itu memerlukan keahlian dan pengalaman yang lebih tinggi.Terlepas dari itu semua, menurut pendapat saya secara semantik peta yang dibuat melalui proses 1 dan 2 tersebut, OK deh untuk memberikan informasi dasar kepada pemirsa.