Archive for January 2015

Duduk-duduk dan berbincang-bincang seringkali dianggap buang waktu. Tetapi penilaian itu kurang tepat. Karena penilaian itu tidak merinci mengenai orang yang diajak berbincang dan topik yang diperbincangkan. Mari kita tinggalkan pendapat itu. Karena yang saya ingin sampaikan disini adalah sebuah hasil perbincangan semata.

Ada sekitar 1 jam saya duduk-duduk dan berbincang-bincang dengan sesama mahasiswa master degree. Walau tidak satu jurusan, tetapi topik yang diperbincangkan sama. Maklum saja yang duduk-duduk itu sesama mahasiswa dalam tahap menyelesaikan tesis. Berlatar belakang pendidikan S1 yang berbeda, kemudian dunia kerja yang berbeda memperbincangkan topik tersebut.

Awalnya mengenai masalah teknis. Salah satu rekan mengalami kesulitan membuat pie chart di ArcGIS. Kemudian ada yang bergabung lagi kemudian duduk sambil mengerjakan peta bentuklahan, ada yang duduk sambil menyelesaikan naskah tesis dan ada yang duduk sambil sesekali menyambung dan menimpali perbincangan. Akhirnya berkembang merambah mengenai topik data spasial dan analisis spasial dan statistik.

Singkat kata, bagian pertama dan paling dirasakan terkait data spasial adalah tahap perolehan data (data acquisition). Entah itu dari field survey, diturunkan dari data penginderaan jauh, wawancara ataupun dari data atribut. Sepakat, tahap ini memang akan menyita banyak waktu dan tenaga. Bahkan sering muncul kendala-kendala teknis dan non-teknis yang menyertainya. Untuk memperoleh data yang diperlukan itu bisa memakan waktu yang lama dan memerlukan perhatian, penanganan dan ketekunan khusus. Tergantung, semakin spesifik umumnya akan memerlukan itu semua. Ketersediaan data dengan akurasi dan ketelitian yang sesuai dengan tema penelitian itu menjadi terasa sangat penting.

Bagian kedua, terkait dengan analisis spasialnya. Kalau core analysis-nya caranya tidak dikuasai, keilmuannya/metodenya tidak dikuasai, ini akan menjadikan proses terhambat. Beberapa rekan yang tidak menguasai perangkat lunak GIS dengan baik akibatnya terkendala pula pada tahapan ini. Jadi penguasaan teknis dan konsep harus berjalan beriringan. Bagus kalau bisa menguasai dibanyak bagian, tetapi minimal pada bagian yang diperlukan dalam penelitian tersebut dikuasai.

Kemudian pada bagian ketiga adalah penyajian hasil. Beberapa rekan menyadari bahwa penyajian hasil ini mempunyai peran penting, utamanya saat digunakan dalam pelaporan dan juga presentasi. Mereka tahu hasil yang didapatkan itu bagus, tetapi jika salah dalam mengemas, maka akan tampak biasa saja. Ah ini ibarat mobil Ferrari tetapi cat-nya pakai cat semprot biasa.

Perbincangan itu memberikan penegasan bahwa ketersediaan data, penguasaan analisis dan penyajian hasil adalah satu kesatuan.