5

Aug 15

Lagi-lagi ketersediaan data (dan pikirkanlah hal itu..)

Tulisan berikut ini berawal dari mengamati kecenderungan pertanyaan disebuah group diskusi GIS, ternyata selalu ada yang terkait ketersediaan data spasial. Utamanya adalah adalah permintaan citra satelit beresolusi tinggi, permintaan untuk dibagi shapefile suatu wilayah, baik itu layer administrasi, sungai dan sebagainya. Kebanyakan permintaan tersebut adalah untuk penelitian (skripsi/tesis). Saya belum dapat mengidentifikasi adakah yang bertujuan terkait untuk proyek berprofit. Selain itu, tulisan ini juga terinspirasi penelitian rekan dimana ditengah perjalanan ada banyak perubahan dan penyesuaian karena resolusi data spasial yang dimilikinya  tidak sesuai dengan kebutuhan penelitian tersebut.

Dari peristiwa itu, saya sempat merenung. Ada banyak pertanyaan yang menjadi konsen saya dalam renungan tadi. Kemudian, pada akhirnya dari banyak pertanyaan yang berputar-putar dikepala,  dapat disederhanakan dan mengkerucut menjadi 3 (tiga) saja. Pertama, ini terkait citra resolusi tinggi. Saya berfikiran apakah seseorang yang bertanya itu tidak menyadari bahwa citra resolusi tinggi itu punya price atau harga?. Artinya, tidak dapat diperoleh utuh tanpa menebus biaya ke provider citra satelit tersebut. Disisi lain, suatu institusi, person yang memiliki (dulunya tentu dengan membeli), apakah akan secara suka rela membagi citra satelit resolusi tinggi itu dengan cuma-cuma?. Dalam hal-hal khusus,  suatu instansi memang ada yang bersedia berbagi dengan mahasiswa yang penelitian dengan syarat-syarat tertentu atau prosedur tertentu. Tetapi kadang persoalannya adalah liputan yang diperlukan tidak selalu tersedia bukan?. Bagaimana ini kemudian?. Saya kini mengajak anda semua berfikir…

Yang kedua, terkait dengan shapefile. Saya memiliki pertanyaan sederhana, apakah seseorang yang meminta dibagi shapefile itu sudah berupaya untuk mendapatkannya pada data provider yang terkait?. Misalnya kalau itu Peta Rupa Bumi, sudahkah rekan-rekan kontak publishernya kemudian mengikuti prosedur untuk mendapatkannya?. Tidak semua data memang tersedia, bahkan ada yang perlu untuk dicari sendiri, dikumpulkan dan didigitasi sendiri. Kalau melakukan pengumpulan data sendiri memang akan makan biaya dan waktu yang ditanggung sendiri. Nominal biaya bisa besar atau kecil tergantung dengan jenis data, banyaknya data yang diperlukan. Iya memang, data spasial itu berharga dan kenyataannya demikian adanya. Ketiga, apakah sebelum pelaksanaan penelitian atau kegiatan yang memerlukan data spasial itu telah dipikirkan dengan cermat spesifikasi dan sumber data spasial tersebut ?.

Selanjutnya bagaimana?. Sebaiknya begini, tanamkan dalam sanubari bahwa kedua hal yang telah dibicarakan diatas merupakan sebuah proses. Karena yang sebenarnya adalah pengumpulan data adalah bagian dari proses SIG itu sendiri. Saya bahkan mengibaratkan pengumpulan data adalah bagian dari siklus daur hidup dalam SIG. Sungguh penting, sehingga ada baiknya sebelum masuk ke dalam penelitian atau kegiatan yang memerlukan data spasial maka sumber data dan cara perolehannya dipikirkan secara matang terlebih dahulu. Just in case kalau datanya memang belum ada dan anda tidak sanggup untuk memetakkannya sendiri, tidak kemudian macet ditengah jalan penelitiannya atau kegiatannya itu. Bagi yang skripsi/tesis kemudian macet karena data, akan berdampak pada waktu studi, kalau semester depan tidak selesai, membayar spp lagi bukan?.  Demikian juga yang memiliki kegiatan dengan menggunakan data spasial. Pikirkanlah hal itu…

Akhir kata, dengan berawal dari menyadari pengumpulan data merupakan bagian dari proses SIG, dan harus dilalui, kemudian memikirkan secara cermat mengenai cara perolehan data spasial itu sebelum penelitian ataupun kegiatan dimulai, saya pikir dapat membantu meminimalisir adanya hambatan ditengah jalan. Bahkan ada baiknya bila sebelum memulai sesuatu, desain dulu penelitian anda lengkap dengan data requirements secara sistematis. Selamat bekerja..

No comments yet, be the first.

Leave a Reply