Archive for April 2017

Seminggu yang lalu mendapatkan pengalaman yang menarik terkait membaca peta. Entah karena dulunya pengajaran tidak sampai ke hal-hal mendasar, sehingga saya menjumpai siswa yang ketika berhadapan dengan peta hardcopy mati gaya. Sederhana saja, ketika saya meminta plotting koordinat diatas peta, beberapa siswa kesulitan melakukannya.

Secara sederhana, kegiatan membaca peta merupakan kegiatan melihat dengan cara yang memungkinkan pembaca itu untuk dapat memahami atau mendapatkan informasi dari dalam peta tersebut. Jadi kegiatan ini berbeda dibandingkan dengan kegiatan melihat lukisan atau karya seni visual yang lain karena endingnya penafsiran dari peta harus sama. Oleh karena itu dipeta selalu dilengkapi dengan legenda yang memuat arti dari simbolisasi.

Tips paling sederhana untuk mendapatkan informasi dari peta tanpa gagal paham ialah dengan memfokuskan pada 5 elemen peta berikut ini terlebih dahulu, (1) membaca judul peta, (2) membaca legenda,  (3) membaca skala, (4) membaca orientasi, (5) melihat ke-4 pojok peta dimana koordinat batas-batas peta dicantumkan. Anda bisa saja membuat urutan sendiri dari 5 hal tadi. Untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak dan rinci baru dilanjutkan ke elemen utama peta (main map), kemudian ke bagian inset, sumber data dan sebagainya. Sederhana bukan?