4

Sep 18

Spirit Problem Solving

                                     Belajar GIS

Sebagai orang yang bekerja intens dibidang geospasial, begitu menaruh respek terhadap Roger Tomlinson ( 17 November 1933 – 9 Februari 2014). Roger Tomlinson dikenal secara luas sebagai “father of GIS”, bapaknya GIS. Kemudian pada sosok  Jack Dangermond yang dengan isterinya mendirikan ESRI. Pada awal-awal belajar GIS, software produksi ESRI yaitu PC Arc/Info 3.5.1 ialah software yang pertama saya kenal dibangku kuliah. Hingga perkembangan software produksi ESRI yang sekarang,  benar-benar tak dapat dilepaskan begitu saja. Kemudian software GIS kategori free yang populer yaitu QGIS dimana Gary Sherman dikenal sebagai salah satu godfathernya. Sebenarnya masih banyak lagi, tokoh-tokoh seperti itu.

Kontribusi tokoh-tokoh seperti yang saya sebut dan yang lainnya besar sekali. Sebagai contoh Gary Sherman tadi, menilik dari latar belakangnya, ia belajar pertambangan dan mineral engineering atau katakanlah ia seorang geolog. Namun, karena banyak bekerja dengan peta, kemudian menemui persoalan-persoalan teknis terkait dengan itu, akhirnya membidani QGIS. Sederhana saja, ingin melihat data PostGIS  pada Linux box yang ia miliki. Kemudian setelah jam kerja ya ngoprek istilahnya. Yaitu dengan modal  C++ dan Qt, kira-kira tahun 2002 ia kerjakan itu sebagai proyek hobi. Kemudian ia share dan mencari kontributor.

Sederhana sekali, tapi yang sebenarnya saya melihat bahwa tokoh-tokoh tersebut punya semangat atau spirit problem solving tinggi dan layak dicontoh. Bukan yang menyerah begitu ada kendala. Mereka membuat sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin. Tanpa ada cabang ilmu GIS, tidak terbayang jadi apa saya sekarang. PC Arc/Info 3.5.1 produksi ESRI tersebut, saya juga tidak akan mudah memahami konsep tipe data, topologi, network dan representasi realworld ke dalam data geospasial semapan sekarang. Kemudian, bila tidak ada QGIS, bagaimana siswa saya dengan beragam jenis laptop bisa belajar pemetaan ?. Tidak mungkin memerintahkan semua harus dengan sistem operasi tertentu saja. Karena ada QGIS, sistem operasi laptop yang mereka pakai bisa bervariasi sesuai kesukaan, kemampuan ekonomi masing-masing dan tetap bisa belajar dengan satu jenis software yang sama.