RSS Feed
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • ismu
    wah boleh juga tuh mas in...
  • nyomab baliun
    mantabbbbb, sekalian tam...
  • Andre
    Mas, diajarin yaa.....
  • Andre
    Mas, diajarin yaa.....
  • Andreas
    Mas, diajarin yaa.....
  • Baktiar
    Iya memang menarik sekali...
  • si3
    Wah...ra ngajak2 neng bio...
  • goop
    perasaan masih sama-sama...
  • senimanpeta
    :D terima kasih uncle dah...
  • goop
    garang sekali, terima kas...
Arsip
Penilik
Mari bergabung
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Voyage Map..

image

Sebelum jam makan malam ini saya tertarik membaca "The Malay Archipelago" karena buku tersebut bisa dikatakan legendaris. Saya menjadi antusias bukan karena penulisnya yang bernama Alfred Russel Wallace memberikan peninggalan berupa garis Wallace yang membagi negeri ini menjadi bagian timur dan barat karena keaneka ragaman hayatinya.Dan bukan karena penulisnya mendukung teori evolusi Charles Darwin. Saya bukan seorang ilmuan yang mengerti masalah-masalah ini, pada bagian ini saya sekedar orang yang mencoba mengulas suatu kejadian dengan perspektif spasial, karena senimanpeta :)

Dalam buku tersebut memang terdapat banyak peta yang menggambarkan lokasi-lokasi dimana singgah dan jalur perjalanan dari Wallace. Inilah yang justru menarik perhatian saya dan membuat saya sangat antusias. Senimanpeta disuguhi peta-peta yang sangat menarik. Memang peta-peta itu bisa dikatakan sederhana dan akurasinya jangan dibandingkan dengan peta-peta era sekarang. Tetapi dari peta-peta itu saya berfikir bahwa apa yang telah dilakukan seorang Wallace itu sungguh luar biasa. Seperti pada Bab 10, diceritakan perjalanan dari Singapore kemudian ke Bileling (= Buleleng, sekarang menjadi Nama Kabupaten di Bali sebelah utara). Waktu itu 13 Juni 1856, tepatnya setelah 20 hari menempuh pelayaran dari Singapore. Dari situ kemudian diceritakan perjalanan ke Ampanam (=Ampenan, Lombok). Bab-bab selanjutnya berlanjut menceritakan perjalanan, misalnya ke Kupang dan Dili.

Persinggahan di Kupang pertama kali pada tahun 1857 dan di Dili tercatat pada 1861. Menarik sekali, dengan kunjungan-kunjungan itu dan bisa saya bilang Sunda Kecil telah "dijelajahi" oleh Wallace. Kenapa? kalau menilik sekarang berarti dia telah ke Prov. Bali, Prov. NTB, Prov. NTT dan Republik Demokratik Timor Leste. Dan Wallace sekitar 147 tahun lebih dulu dari yang telah saya alami. Saya dapat mengalami hal seperti itu, karena lembaga yang memberikan pembiayaan. Bila suruh traveling dengan biaya sendiri, terima kasih sajalah. :). Sebelum ke tempat-tempat di Sunda Kecil itu, Sumatera dan Jawa sudah boleh dibilang telah dikhatamkan oleh Wallace.

Wallace juga mengunjungi Sulawesi, Kalimantan, kawasan Laut Banda, seperti Pulau Seram dan Pulau Buru, kemudian kawasan Laut Aru, seperti Kep. Kai dan Kep. Aru dan Pulau Waigeo di utara kepala burung (sekarang masuk Kab. Raja Ampat, Papua). Jadi Raja Ampat yang sekarang begitu terkenal sudah pernah dikunjungi. Ke Waigeo saja saya belum pernah, wilayah Raja Ampat baru ke Pulau Misool (di peta Wallace ditulis sebagai Pulau Torobi, memang didekat Misool ada Pulau Torobi, Boo dan seterusnya). Saya merasa ketinggalan, karena Wallace sudah ke sana sekitar Juni 1860.

Apa makna dari semua ini?, yang jelas kemudian saya merasa sangat-sangat kurang. Dimasa itu dengan teknologi yang belum seperti sekarang sudah ada yang bisa dibilang "memetakan" dan "menguasai" seluk beluk negeri ini. Dia lebih kenal dengan negeri ini baik dari sisi keanekaragaman hayati, kultur, kebudayaan dan lain sebagainya. Secara spasial, Wallace bisa dikatakan tahu "gambar" negeri ini dari barat ke timur. Andai kita semua bisa tahu "gambar" seperti itu,tentu banyak faedah yang dapat kita peroleh. Tidak usah dalam lingkup yang besar, misalnya dalam lingkup kecil saja dulu, minimal tahu "gambar" disekitar kita. Paling tidak setelah mengetahui "gambar" tersebut, kita bisa tahu arah. Kemana tempat kita ini akan dibangun, dikembangkan, dibawa ke kemajuan tanpa meninggalkan "kekayaan" masa lalu. Ah saya kok jadi ngelantur, berbicara pada substansi yang bukan wilayahnya. Stop saja dulu, karena saya tidak mau ketinggalan makan malam.

Peta ©Wallace diambil dan dicrop dari sini

Sat, 7 Nov 2009 @19:23


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+3+5

Copyright © 2010 Senimanpeta · All Rights Reserved