RSS Feed
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
  • ismu
    wah boleh juga tuh mas in...
  • nyomab baliun
    mantabbbbb, sekalian tam...
  • Andre
    Mas, diajarin yaa.....
  • Andre
    Mas, diajarin yaa.....
  • Andreas
    Mas, diajarin yaa.....
  • Baktiar
    Iya memang menarik sekali...
  • si3
    Wah...ra ngajak2 neng bio...
  • goop
    perasaan masih sama-sama...
  • senimanpeta
    :D terima kasih uncle dah...
  • goop
    garang sekali, terima kas...
Arsip
Penilik
Mari bergabung
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Tata Ruang..

image

Memang akhir-akhir ini udara dikota tempat saya numpang hidup (Denpasar) terasa panas. Tidak hanya siang, malam pun udaranya terasa gerah. Nah, kebetulan minggu siang sehabis beberes kamar mungil dimana saya tinggal, saya memutuskan jalan-jalan mencari tempat ngadem untuk sekedar meluangkan waktu membaca buku atau menulis.

Akhirnya sampailah ke Bali Geleria dan singgah di salah-satu tempat ngopi-ngopi yang cukup dikenal orang. Niatnya numpang ngadem dan beraktivitas sebentar saja, maklum udara terasa panas diluar dan saya perlu cek e-mail. Sesampainya di dalam saya langsung memilih tempat duduk yang dekat dengan sudut kanan ruangan, selain cukup terang, juga tidak langsung terkena hembusan angin kipas ataupun AC yang ada disitu.

Kalau dihitung, baru 2x saya masuk tempat ngopi-ngopi ini selama tinggal di kota ini. Kalau tiap hari bisa membuat saya defisit pendapatan dalam negeri :).  Setelah beberapa saat saya duduk, menyalakan netbook, mengeluarkan buku, kemudian saya memesan teh hangat herbal. Saya ingin minuman yang konon bisa membuat agak rileks (nyoba-nyoba aja).Selanjutnya saya asyik membaca buku dan sesekali membalas messenger dan social network yang saya ikuti (plurk). Kemudian seorang pramusaji pria datang membawa teh hangat yang saya pesan sekaligus menanyakan apakah saya ada pesanan lagi atau tidak. Saya bilang tidak dan terus melanjutkan aktivitas yang sempat terputus karena datangnya teh hangat itu. Kemudian saya mulai menjajal teh itu. Sruputtt.., ah.., ternyata tehnya lumayan enak.

Beberapa menit berlalu tanpa saya sadari. Dan saya benar-benar merasakan nyaman dengan suasana ruangan yang dari beberapa menit lalu saya jadi salah satu yang mengisinya. Mulailah saya mengamati sekitar saya, apa yang membuat suasana nyaman ini. Sempat menduga-duga, jangan-jangan ini efek dari teh hangat tadi. Weit, masa?, jangan lantas percaya. Selanjutnya saya mempertajam pengamatan ruangan yang saya isi ini. Disisikanan saya jendela, cahaya matahari masih bisa masuk, tidak terlampau banyak dan tidak menimbulkan rasa silau. Kemudian cahaya lampu ruangan ini, saya amati tampaknya pas, tidak over. Kalau mengambil gambar dengan kamera, kebanyakan cahaya bisa membuat gambarnya over exposure, detil akan menjadi kabur, kecuali anda mau membuat siluet. Selanjutnya saya memperhatikan penataan kursi, meja dan perabot disekitar, rasa-rasanya tampaknya pas, wajar-wajar saja sesuai dengan ruangan ini. Jadi kemudian saya punya pendapat bahwa nampak setiap perabot itu diletakkan ditempat yang tepat dalam ruangan ini. Ada penataan ruang dan tidak asal perabotan itu masuk dan menghuni ruangan ini.

Aha..,akhirnya kata itu muncul juga. Penataan ruang, tata ruang, yach benar, ada tata ruang sehingga ruangan ini bisa nyaman untuk dipakai oleh para tamu yang datang. Dan saya salah satu yang merasakan kenyamanan tersebut. Ngadem diruangan itu rasanya ndak panas, ndak dingin, suhu dan pencahayaannya pas, enak dibuat membaca atau sekedar santai duduk sambil menggunakan netbook.
Tata ruang memang diperlukan. Rasanya tadi adalah tata ruang dalam lingkup yang kecil (mikro) dan bila diterapkan ternyata ada efek positifnya yang bisa dirasakan.

Perencanaan tata ruang dalam liputan lebih luas adalah penataan suatu wilayah. Secara nasional ada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang kemudian ditiap propinsi diterjemahkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi sampai pada level kabupaten/kota. Semuanya perlu punya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ini. Rencana tata ruang suatu wilayah menjadi penting keberadaannya mengingat semakin hari pemanfaatan ruang semakin intensif sedangkan ruang (bumi) itu tetap. Bumi ini tidak bertambah luas sedangkan populasi manusianya bertambah.

Mengapa perlu tata ruang ?. Pada lingkup mikro saja seperti yang saya ceritakan di atas, kenyamanan itu timbul karena penataan ruangan dengan segala aspek estetikanya. Maka demikian pula dengan wilayah yang lebih luas (makro). Penataan wilayah salah satu point pentingnya adalah untuk kenyamanan tinggal, beraktivitas dan berkehidupan di wilayah itu. Akibat dari rencana tata ruang yang tidak diikuti contohnya kesemrawutan lalu lintas akibat maraknya tempat perdagangan ilegal ditepi-tepi jalan yang berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi. Permukiman kumuh disepanjang pinggir sungai, masalah pembuangan sampah di alurnya karena tidak ada pengaturan pembuangan limbah akhir dan seterusnya. Bila lingkungan sudah jadi tidak sehat seperti itu, maka manusia yang tinggal dilingkungan itu akan menuai dampak negatifnya.

Memang penataan ruang ini bukan perkara yang mudah. Sering kali pula terjadi pro dan kontra atas rencana tata ruang wilayah. Tetapi mau tidak mau perlu dilakukan, jangan sampai kesemrawutan begitu parah sudah terjadi baru menyadari bahwa hal ini penting dan semuanya telah terlambat.  Jadi bagaimana?, ya mari dipikirkan dan dibahas bersama. Karena menurut pemikiran sederhana saya, menata menuju suatu tujuan yang lebih baik memang perlu dengan wawasan yang luas, banyak sekali pertimbangan, tidak hanya mengejar yang berkaitan dengan ekonomi semata. Namun penting sekali juga memperhatikan aspek-aspek sosio-kultural, keanekaragaman hayati dan kelestariannya dimasa mendatang. Semua perlu dipikirkan bersama-sama untuk kepentingan bersama. Kalau dipikirkan sendiri ya tidak bisalah. Saya tidak mahir dalam berkata-kata, tapi mudah-mudahan tulisan ini bisa nyambung dengan sebelumnya, khususnya menjelaskan kata "arah" dalam artikel Voyage Map . Sudah ah saatnya makan malam, saya hentikan celoteh ini

Ilustrasi ©senimanpeta.com

Sun, 8 Nov 2009 @18:31


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+8+5

Copyright © 2010 Senimanpeta · All Rights Reserved