Archive for the ‘experience’ Category

Akhir pekan yang cukup produktif, kemudian disempurnakan dengan QGIS 3.0 Girona. Mengapa demikian?, karena setelah penat dengan aktivitas code-code dan data-data, kemudian sukses mendownload dan melakukan proses install QGIS 3.0. Darimana sumbernya selain  dari sini.

Kesan pertama saat QGIS 3.0 ini sedang loading…, terlihat cakep sekali. Simbol Q tampak sudah didesain ulang sehingga lebih menarik. Namun dari interface didalamnya, anda yang telah terbiasa dengan versi sebelumnya tidak akan kebingungan kok. Desain sepintas masih mengikuti pola lama. Namun jangan salah loh. Ada fitur baru yang sebelumnya tidak ada, yaitu 3D. Jadi pada menu View > New 3D Map View dapat digunakan untuk mengisi sebuah 3D view dari sebuah project. Ini akan otomatis membuat dock widget baru dengan 3D map canvas. Jadi fitur 3D ini menjadi native pada versi QGIS 3.0 ini. Menarik bukan?. Selamat bereksplorasi..!

Seminggu yang lalu mendapatkan pengalaman yang menarik terkait membaca peta. Entah karena dulunya pengajaran tidak sampai ke hal-hal mendasar, sehingga saya menjumpai siswa yang ketika berhadapan dengan peta hardcopy mati gaya. Sederhana saja, ketika saya meminta plotting koordinat diatas peta, beberapa siswa kesulitan melakukannya.

Secara sederhana, kegiatan membaca peta merupakan kegiatan melihat dengan cara yang memungkinkan pembaca itu untuk dapat memahami atau mendapatkan informasi dari dalam peta tersebut. Jadi kegiatan ini berbeda dibandingkan dengan kegiatan melihat lukisan atau karya seni visual yang lain karena endingnya penafsiran dari peta harus sama. Oleh karena itu dipeta selalu dilengkapi dengan legenda yang memuat arti dari simbolisasi.

Tips paling sederhana untuk mendapatkan informasi dari peta tanpa gagal paham ialah dengan memfokuskan pada 5 elemen peta berikut ini terlebih dahulu, (1) membaca judul peta, (2) membaca legenda,  (3) membaca skala, (4) membaca orientasi, (5) melihat ke-4 pojok peta dimana koordinat batas-batas peta dicantumkan. Anda bisa saja membuat urutan sendiri dari 5 hal tadi. Untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak dan rinci baru dilanjutkan ke elemen utama peta (main map), kemudian ke bagian inset, sumber data dan sebagainya. Sederhana bukan?

Pada awalnya saya tidak menyangka dapat dengan mudahnya menampilkan informasi yang ada dalam GoogleMaps, BingMaps, OpenStreetMap Layers dan lainya dalam lingkungan Quantum GIS. Kemudian saya menemukan plugin OpenLayers yang dikembangkan Soucepole. Selepas menginstall dan mengaktifkan plugin tersebut maka akan ada menu baru di Quantum GIS bernama Web. Didalamnya terdapat beberapa sub-menu yang merujuk pada GoogleMaps, BingMaps, OpenStreetMap seperti berikut ini:

Menu plugin Openlayers ketika ditampilkan

Ketika anda memasukkan shapefile yang sudah dalam sistem koordinat UTM serta meliput suatu area, kemudian misalnya memilih sub-menu Google Maps > Google Satellite, bila anda terkoneksi dengan internet maka selang beberapa saat akan muncul tampilan citra satelit area tersebut. Tentu saja sesuai dengan ketersediaan citra yang diupload oleh Google untuk aplikasi GoogleMaps ataupun GoogleEarth-nya itu. Berikut ini contohnya:

Contoh tampilan citra yang muncul setelah memilih Google Satellite

Informasi koordinatnya langsung ada. Sehingga apabila anda hendak melakukan digitasi suatu obyek dari tampilan citra yang muncul itu dapat mudah saja. Anda juga dapat melakukan perbesaran (Zoom In), kalau ketersediaan citra satelit yang telah disiapkan oleh Google beresolusi tinggi, maka anda pun akan dapat melihatnya, misalnya seperti tampilan berikut ini:

Contoh tampilan citra setelah perbesaran (Zoom In)

Anda masih dapat memperbesar (Zoom In) lagi sampai misalnya skala 1:1000 karena kebetulan citra yang disiapkan oleh Google untuk daerah itu resolusinya tinggi. Berikut ini contoh hasil yang diperoleh:

Tampilan citra yang tersedia dalam skala 1:1000

Secara keseluruhan saya berpendapat bahwa plugin OpenLayers yang ada untuk Quantum GIS ini sangat membantu dan performanya bagus. Anda dapat dengan cepat melihat kondisi suatu area dari citra yang tersedia dengan bantuan shapefile dan plugin tersebut. Hanya agar plugin OpenLayers dapat berfungsi optimal perlu koneksi internet yang kencang agar ketika pindah atau geser lokasi, tampilan citranya juga cepat mengikuti. Selamat mencoba!.