Archive for the ‘opinion’ Category

It is been a while I did not explore a new software. So, I spent approximately 2 hours for something new during free time. I tried drawing software for map design called Ortelius. I was interested to try the software because the name taken from one of history’s most prominent cartographers, Abraham Ortelius. The software designed for Mac Os X Snow Leopard or later.

First of all, I downloaded the trial version from here. Then, I directly use through my MacBook Pro. When I opened it, I have got a good impression to the software. Nice look..!. Moreover, the software is also provides map templates. So, If you want to create a map composition (layout) by country or world regions, the software already provide it. Furthermore, there are also exercises & demos. If you are familiar with graphic software such as adobe illustrator, adobe photoshop, corel draw etc, Ortelius is easy to understand.That was my second impression. The vendor is also provide online tutorial for user. Click click click and after a while, here my result:

DIY

click the map for enlarge

On the whole, the software is good and I think it can be an option for map design. That’s all my 2 hours. However, I am not yet explore the symbol although the software also provide it. I saw nice emoticons inside of this software..!

hml1

Source: after Hohl (1998)

Tiba-tiba teringat tentang keterkaitan antara kualitas, kecepatan dan harga dalam perolehan data spasial sewaktu kuliah S1 dahulu. Jadi didalam kegiatan perolehan data spasial, ada trade off antara kualitas, kecepatan dan harga. Penjelasannya kurang lebih begini: kita bisa memperoleh data spasial dengan kualitas tinggi, prosesnya cepat tetapi akan memiliki konsekuensi pada biaya yang tinggi. Misalnya jika kita membeli citra satelit beresolusi tinggi. Ambil contoh saja citra Quick Bird, Ikonos, GeoEye.

Penjelasan lain misalnya begini: anda bisa melakukan digitasi kontur dari peta topografi yang meliput Propinsi Jawa Tengah, misal skala 1:25.000 dengan presisi tinggi, namun kecepatan digitasi anda lambat. Oleh sebab itu apabila seseorang hendak meminta hasil digitasi anda tersebut, mengingat anda bersusah payah melakukannya, banyak lembar peta yang harus anda digitasi, kemudian anda meminta kompensasi sejumlah nominal tertentu, ya to?. Capek soalnya..

Jadi sebuah kewajaran apabila data spasial berkualitas tinggi, diperoleh dengan waktu yang cepat, harganya mahal. Bisa pula dipahami pula bahwa kalau data itu kualitasnya rendah, diperoleh dengan waktu yang singkat, kemudian harganya murah atau malah dikasih label gratis. Bisa pula dipahami bahwa untuk mengumpulkan data berkualitas tinggi, butuh waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.

Menurut saya pemahaman ini penting dalam dunia nyata  pekerjaan dan penelitian. Karena besar dan kecilnya dukungan keuangan, kemudian alokasi waktu yang ada untuk pengerjaan sering menjadi kendala didalam perolehan data yang berkualitas. Terkait hal ini kita memang dituntut harus cermat menyesuaikan antara ketiganya. Ini semua dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan  hasil pekerjaan dan penelitian yang hendak dicapai.

 

Cerita ini berdasarkan pengalaman memberikan materi pengantar dan praktek Sistem Informasi Geografis (SIG) di 3 perguruan tinggi negeri yang berbeda. Kegiatannya dalam format lokakarya dan diikuti mayoritas oleh Ibu dan Bapak staff pengajar dan mahasiswa S2 dan S3 yang telah bekerja di suatu institusi. Jadi menilik dari itu, sudah bisa diketahui dari sisi usia peserta lokakarya tidak lagi muda.

Ada sebuah pepatah yang terkenal terkait usia, “Tua-Tua Keladi – Makin Tua Makin Jadi”. Mungkin inilah yang sesuai untuk peserta kegiatan ini. Banyaknya pengalaman dan wawasan yang sebelumnya telah mereka dapatkan, serta kesadaran betapa SIG sangat mereka butuhkan untuk menunjang dan memajukan kegiatan yang ada, maka mereka sungguh bersemangat. Lebih semangat daripada anak didik mereka sendiri mungkin. Pernah saya harus pulang dari lokasi kegiatan jam 19.00 karena peserta sangat antusias belajar digitasi on-screen hingga dapat membuat peta yang bagus.

Bagi saya yang berkecimpung di bidang praktis, menanggapi hal ini dengan senang hati. Tidak ada kata terlambat belajar SIG. Semakin banyak orang yang sadar, mengerti wawasan ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka, adalah sesuatu yang positif. Dan saya sangat berharap, ini semua dapat menumbuhkan kesadaran keruangan, kesadaran akan lingkungan yang ada disekitarnya. Dampak baiknya salah satunya adalah kesadaran akan pentingnya tata ruang, pentingnya pengelolaan sumberdaya alam, pentingnya mengaplikasikan wawasan SIG ini untuk membuat aktivitas sehari-hari lebih lancar dan sebagainya.  Tidak perlu yang muluk-muluk ingin menggunakan SIG untuk aplikasi yang rumit, yang sederhana saja misalnya menggunakan wawasan ini untuk memilih rute perjalanan ke Kampus dan menghindari kemacetan lalu – lintas. Ini misalnya ditengah perjalanan  menggunakan perangkat smartphone membuka Google Map atau sejenisnya dan mengaktifkan GPS yang ada pada ponsel untuk mengetahui keberadaan diri. Kemudian berdasarkan informasi yang diperoleh dari Google Map itu, memutuskan mengambil rute perjalanan yang ternyaman menuju tujuan. Sesederhana itu saja.., bukankah ini sangat membantu membuat lebih efisien ?. Hal seperti itu mungkin tidak disadari, namun ternyata telah menggunakan pendekatan keruangan.

Bagi saya pribadi, wawasan ini sungguh besar manfaatnya. Mengapa SIG?. Secara praktis SIG memungkinkan kita semua untuk melihat, memahami pertanyaan, menafsirkan, serta mem-visualisasikan data keruangan dalam berbagai cara yang mengungkapkan hubungan, pola, dan kecenderungan dalam bentuk peta, globe, laporan, dan grafik. Ambil contoh, dengan sarana peta, kita dapat melihat kepulauan yang ada di NKRI dalam sekali pandang…., dengan demikian pandangan kita dapat lebih luas lagi. Istilah kerennya GIS – expanding your view. Jadi, setelah membaca ini,  untuk anda yang belum, apakah anda tertarik untuk belajar?. Kemudian kapan anda ingin belajar ?