Archive for the ‘software’ Category

Kebanyakan orang masih belum familier dengan kehandalan Quantum GIS (QGIS) untuk membantu bekerja dibidang spasial. Beberapa student masih menyebut perlu software anu dan anu itu (maksudnya berbayar) untuk menyelesaikan persoalan, misalnya cropping, membuat citra composit dan seterusnya. Padahal kalau tidak hanya software yang anu itu yang bisa melakukannya. Jadi tulisan ini hanya sekelumit memaparkan kehandalan QGIS dengan plugin yang tersedia untuk menyelesaikan persoalan cropping citra satelit.

Tanpa perlu diperpanjang, pertama-tama anda perlu mendownload dan menginstall QGIS dari website resminya. Selesai proses itu, pastikan anda memiliki plugin GDAL (Geospatial Data Abstraction Library). Kalau belum punya, anda dapat mendownload lewat menu QGIS  Plugins > Manage and Install Plugins, seperti gambar dibawah ini

plugins

Kemudian anda dapat mencari GDALTools lewat search  yang ada dimenu, setelah ketemu seperti gambar dibawah ini, anda dapat klik tombol install. Jangan lupa mengaktifkan plugin GDAL Tools ini setelah install.

gdal

 

Cara menggunakan tool tersebut juga mudah. Pertama-tama anda harus menampilkan citra yang hendak dipotong atau di crop. Tentu saja anda tidak boleh melupakan shapefile poligon yang menjadi elemen penting dalam proses cropping ini. Poligon inilah yang mewakili area atau liputan yang akan anda pilih, diluar poligon itu tidak masuk ke dalam hasil pemotongan atau cropping. Jadi, pastikan anda telah mempunyai shapefile poligon ini terlebih dahulu sehingga dapat beroleh kenampakan sebagai berikut:

crop1

Klik untuk memperbesar

Apabila anda telah memiliki citra dan poligon yang akan digunakan untuk memotong seperti gambar di atas, maka langkah selanjutnya adalah memakai Clipper yang ada dalam GDAL Tools, berikut letaknya:

tools

Klik untuk memperbesar

Jadi letak Clipper berada pada menu Raster > Extraction ya. Setelah itu, anda dapat melakukan langkah-langkah dibawah ini:

step1

Klik untuk memperbesar

 

Setelah itu anda lanjutkan dengan langkah berikut ini:

step2

Klik untuk memperbesar

 

Mudah saja bukan?. Selamat mencoba

It is been a while I did not explore a new software. So, I spent approximately 2 hours for something new during free time. I tried drawing software for map design called Ortelius. I was interested to try the software because the name taken from one of history’s most prominent cartographers, Abraham Ortelius. The software designed for Mac Os X Snow Leopard or later.

First of all, I downloaded the trial version from here. Then, I directly use through my MacBook Pro. When I opened it, I have got a good impression to the software. Nice look..!. Moreover, the software is also provides map templates. So, If you want to create a map composition (layout) by country or world regions, the software already provide it. Furthermore, there are also exercises & demos. If you are familiar with graphic software such as adobe illustrator, adobe photoshop, corel draw etc, Ortelius is easy to understand.That was my second impression. The vendor is also provide online tutorial for user. Click click click and after a while, here my result:

DIY

click the map for enlarge

On the whole, the software is good and I think it can be an option for map design. That’s all my 2 hours. However, I am not yet explore the symbol although the software also provide it. I saw nice emoticons inside of this software..!

The Geostatistical Analyst uses sample points taken at different locations in a landscape and creates (interpolates) a continuous surface. The sample points are measurements of some phenomenon such as radiation leaking from a nuclear power plant, an oil spill, or elevation heights. The Geostatistical Analyst derives a surface using the values from the measured locations to predict values for each location in the landscape (ESRI, 2001).

Topik analisis geostatistikal di ArcGIS ini memang langka terdengar dari sekitar saya. Entah kenapa ya?. Menurut referensi yang saya baca-baca dan belum semuanya selesai, dalam interpolasi ada 2 macam teknik. Metode pertama adalah deterministik, kemudian yang kedua adalah geostatistikal. Keduanya bergantung pada kesamaan sampel titik terdekat untuk membuat model fenomena kebumian itu. Metode deterministik menggunakan fungsi matematis untuk interpolasi, disisi lain metode geostatistikal menggunakan statistik dan juga fungsi matematis yang dapat digunakan untuk membuat model fenomena kebumian dan mengevaluasi ketidakpastian prediksi-prediksi yang dilakukan.

Menurut saya ini menarik untuk dipelajari. Sebab, mungkin selama ini model representasi fenomena kebumian ini jarang diukur akurasinya. Misalnya ketika membuat DEM (Digital Elevation Model), katakanlah untuk membantu interpretasi bentuklahan dari Citra Satelit. Logikanya bila DEM-nya akurat, interpretasi bentuklahannya akan banyak terbantu. CMIIW..

Sedang curious dan  nampaknya menarik melakukan eksplorasi menggunakan 2 metode tadi. Cuma belum dapat data. Saya sedang mencari data intensitas curah hujan sungguhan. Sederhana saja, ingin melihat pola sebaran dari interpolasi intensitas curah hujan. Tentu saja ini dituntut punya data tersebut  secara series. Nantinya digunakan untuk melihat apakah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ada perubahan di Kota ini (DIY). Nanti hasilnya dituliskan diblog. Disisi lain, ada rekan yang mengajak ekplorasi image segmentation. Waduh.., sabar-sabar. Semakin banyak PR.