Archive for the ‘software’ Category

It is been a while I did not explore a new software. So, I spent approximately 2 hours for something new during free time. I tried drawing software for map design called Ortelius. I was interested to try the software because the name taken from one of history’s most prominent cartographers, Abraham Ortelius. The software designed for Mac Os X Snow Leopard or later.

First of all, I downloaded the trial version from here. Then, I directly use through my MacBook Pro. When I opened it, I have got a good impression to the software. Nice look..!. Moreover, the software is also provides map templates. So, If you want to create a map composition (layout) by country or world regions, the software already provide it. Furthermore, there are also exercises & demos. If you are familiar with graphic software such as adobe illustrator, adobe photoshop, corel draw etc, Ortelius is easy to understand.That was my second impression. The vendor is also provide online tutorial for user. Click click click and after a while, here my result:

DIY

click the map for enlarge

On the whole, the software is good and I think it can be an option for map design. That’s all my 2 hours. However, I am not yet explore the symbol although the software also provide it. I saw nice emoticons inside of this software..!

The Geostatistical Analyst uses sample points taken at different locations in a landscape and creates (interpolates) a continuous surface. The sample points are measurements of some phenomenon such as radiation leaking from a nuclear power plant, an oil spill, or elevation heights. The Geostatistical Analyst derives a surface using the values from the measured locations to predict values for each location in the landscape (ESRI, 2001).

Topik analisis geostatistikal di ArcGIS ini memang langka terdengar dari sekitar saya. Entah kenapa ya?. Menurut referensi yang saya baca-baca dan belum semuanya selesai, dalam interpolasi ada 2 macam teknik. Metode pertama adalah deterministik, kemudian yang kedua adalah geostatistikal. Keduanya bergantung pada kesamaan sampel titik terdekat untuk membuat model fenomena kebumian itu. Metode deterministik menggunakan fungsi matematis untuk interpolasi, disisi lain metode geostatistikal menggunakan statistik dan juga fungsi matematis yang dapat digunakan untuk membuat model fenomena kebumian dan mengevaluasi ketidakpastian prediksi-prediksi yang dilakukan.

Menurut saya ini menarik untuk dipelajari. Sebab, mungkin selama ini model representasi fenomena kebumian ini jarang diukur akurasinya. Misalnya ketika membuat DEM (Digital Elevation Model), katakanlah untuk membantu interpretasi bentuklahan dari Citra Satelit. Logikanya bila DEM-nya akurat, interpretasi bentuklahannya akan banyak terbantu. CMIIW..

Sedang curious dan  nampaknya menarik melakukan eksplorasi menggunakan 2 metode tadi. Cuma belum dapat data. Saya sedang mencari data intensitas curah hujan sungguhan. Sederhana saja, ingin melihat pola sebaran dari interpolasi intensitas curah hujan. Tentu saja ini dituntut punya data tersebut  secara series. Nantinya digunakan untuk melihat apakah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ada perubahan di Kota ini (DIY). Nanti hasilnya dituliskan diblog. Disisi lain, ada rekan yang mengajak ekplorasi image segmentation. Waduh.., sabar-sabar. Semakin banyak PR.

 


The Night Sky 

Kalau anda termasuk suka menikmati langit malam yang bila keadaan cerah, milyaran bintang akan terlihat kerlap-kerlip terhampar diangkasa. Kemudian ingin mudah mengetahui dan mencari-cari keberadaan suatu bintang atau rasi bintang, ada cara mudah. Apabila anda menggunakan gadget golongan Android maka bisa dengan Google Skymap, Namun bila gadget anda bukan golongan Android tidak perlu kuatir. Apabila anda menggunakan iPad atau iPhone atau iPod touch mungkin anda dapat mencoba the Night Sky. Aplikasi tersebut dapat di unduh dan dibeli di Appstore

Setengah tahun terakhir ini saya menggunakan apps the Night Sky ini dan sejauh menggunakannya, membantu dalam mengenali bintang yang saya cari. Cara the Night Sky juga mirip dengan Google Skymap. Jadi tidak masalah memakai salah satu dari keduannya, sesuaikan saja dengan gadget yang anda miliki. Yang penting aktivitas #watchingthesky dapat berjalan lancar sambil duduk-duduk santai bila ada waktu luang dan cuaca yang baik.

Mana yang lebih baik?. Saya akan menjawab semua baik. Yang tidak baik adalah yang punya salah satu gadget canggih itu dan kompatibel dengan apkikasi ini namun tidak menginstall salah satunya hahaha. Rugi, gadgetnya canggih hanya dibuat telepon, sms saja. Menurut saya, jangan terpengaruh dan terkotak pada suatu sistem . Jika menjadi terkotak pada suatu sistem, hingga kalau tidak menggunakan yang itu aktivitas #watchingthesky terganggu, ini malah kontra produktif. Hobby melihat keindahan bintang-bintang, rasi bintang dan galaksi yang ada dialam semesta harus fleksibel. Dengan Google Skymap atau the Night Sky sama saja, yang diamati adalah bintang-bintang.  Kalau ingin lebih seru dan lengkap, di laptop anda, wajib diinstall Stellarium. Perangkat lunak ini multi-platform. Jadi tidak perlu kuatir sistem anda Linux, Windows ataupun Mac. Selamat mencoba.