Senimanpeta http://senimanpeta.com Blog seorang yang sehari-hari dengan peta Sat, 4 Sep 2010 03:45:16 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://senimanpeta.com http://senimanpeta.com/images/logo.gif Senimanpeta Bulan.. http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=45141 http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=45141 Mon, 30 Aug 2010 01:44:11 +0700 Ariev Senimanpeta (ariev@senimanpeta.com) Umum http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=45141 Bulan.., Moon...,Chandra.. atau apapun itu sebutannya. Benda langit yang "menemani" Bumi dalam jarak yang paling dekat. Dari semenjak dahulu kala, peradaban manusia mengenal Bulan, itu sudah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Perdaban manusia tertentu bahkan menggunakan Bulan sebagai penanda, penanggalan atau kalender. Oleh karena itu sampai saat ini pun, bahkan sampai sekarang pun manusia masih menggunakannya. Kalender Bulan dikenal luas selain penanggalan berdasarkan Matahari, ambil contoh suku bangsa Jawa dan Bali misalnya, masih menggunakan kalender Bulan untuk kepentingan pertanian, upacara-upacara tradisional dan lain sebagainya.

Dalam ilmu pengetahuan modern, khususnya astronomi, Bulan dikenal sebagai satelit Bumi, sebagai beda langit yang mengorbit Bumi.  Bersama beberapa planet dalam tata surya kita, Bumi dan Bulan bersama-sama mengorbit kepada Matahari, Sun, Surya atau apapun itu sebutannya. Oleh karena itu di awal-awal kalimat tadi, saya menyebutkan bahwa Bulan "menemani" Bumi.

Nah, pada suatu malam, beberapa waktu yang lalu, dalam kegiatan saya, yaitu watchingthesky, ada penasaran untuk sekedar ingin melihat Bulan yang "menemani" Bumi yang jadi tempat tinggal kita. Tentu saja dengan cara yang berbeda. Dengan perspektif berbeda. Berbeda yang bagaimana?. Biasanya orang melihat Bulan dengan mata telanjang, tanpa alat. Kali ini sedikit lebih maju, walaupun sebenarnya tidak maju-maju amat sih. Berbekal peralatan sederhana yang jauh dari standard kok ini. Hanya dengan kamera saku digital dan sebuah binokular murahan, maka jadilah jepretan amatir saya yang pertama.Ternyata "wajah" Bulan tidak mulus, nampaknya ada kawah-kawahnya, berelief dan pasti permukaannya tidak rata. Mungkin disana ada bukit-bukit terjalnya, kering dan gersang gitu. Entahlah, sejauh literatur yang ada menyebutkan, disana memang tidak ada air.

 

Photobucket

Jepretan wajah Bulan Pada 26 Agustus 2010, dini hari.

Lumayan bagi seorang fotografer amatiran, hasil yang saya dapatkan di atas cukup membuka wawasan dan pengalaman baru yang membuka hal-hal baru lainnya. Termasuk keinginan memiliki peralatan yang lebih baik lagi dari sekedar alat seperti dibawah ini.

 

alat

Peralatan

 

Layak tidak sih menyebut keduannya sebagai peralatan, karena memang hanya kamera saku Nikon CoolPix dan Binokular Celestron. Kedua alat memang bukan didesain saling bisa bersinergi, tapi saya "memaksanya" bekerja sama untuk mengambil gambar Bulan pada waktu itu. Idenya sih terlintas begitu saja, sampai-sampai lupa setting tanggal dan jam di kamera saku digital itu. Payahnya lagi batere kamera tidak terisi penuh, jadi belum sampai pada hasil maksimal, jepret-jepretnya diakhiri. Next time coba lagi..

Mengapa saya di atas menyebut membuka hal-hal baru, ya tentu saja. Karena setelah hasil yang saya dapat seperti yang nampak pada foto "wajah" Bulan, saya jadi ingin melihat lebih banyak lagi benda-benda langit, seperti gugusan bintang dalam formasi terntentu. Istilahnya rasi bintang atau konstelasi. Mulai dari yang sederhana. Dan tentu saja pengalaman-pengalaman itu akan ada ditulisan blog ini selanjutnya... :)

]]>
http://senimanpeta.com/rss-comments/
Dirgahayu Republik Indonesia ke-65 http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=43971 http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=43971 Tue, 17 Aug 2010 11:52:13 +0700 Ariev Senimanpeta (ariev@senimanpeta.com) Umum http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=43971 Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Mari memaknai, mengisi kemerdekaan ini dengan karya-karya kita, membangun nusa bangsa kita ini, agar menjadi negeri yang adil makmur sejahtera. Merdeka..!

Sekian orasi singkat.., saya masih aktif nulis diblog ini kok.., ini buktinya.. :)

]]>
http://senimanpeta.com/rss-comments/
WineHQ http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=40853 http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=40853 Sun, 11 Jul 2010 22:40:33 +0700 Ariev Senimanpeta (ariev@senimanpeta.com) Informasi http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=40853

WineHQ adalah sebuah program loader yang mampu menjalankan aplikasi Windows di Linux dan sistem operasi POSIX lainnya yang kompatibel. Program Windows berjalan di Wine bertindak sebagai program asli sehingga dengan demikian program tersebut akan memiliki tampilan yang sama dan serasa aplikasi lain pada desktop Anda. Namanya kok WINE ya?, kalau diterjemahkan dalam bahasa kita berarti wedang anggur ya..?. Bisa membuat mabok jika kebanyakan minum. Entah namanya kok gitu, mungkin si pemuatnya ingin orang memakai akan jadi mabok kepayang dan terus-terusan menggunakan program itu untuk menjalankan program-program yang asalnya berbasis sistem operasi Windows ke dalam Linux. Ikonnya saja gelas minum wedang anggur, klop sekali dengan nama yang diusung.

Konon katanya sih, proyek Wine dimulai pada tahun 1993 sebagai cara untuk mendukung menjalankan program Windows 3.1 di Linux. Ternyata dah dari lama juga program ini dikembangkan. Cuma sayangnya saya baru mencobanya, belum banyak yang dapat saya tuturkan disini. Saya baru mencobanya untuk menjalankan beberapa program berbasis sistem operasi Windows di Linux Ubuntu Lucid Lynx yang terinstall di desktop. Sejauh ini program GIS/Remote Sensing ILWIS Academic 3.3 dapat berjalan dengan sempurna, kalau ArcView 3.3 bisa jalan juga tetapi tampilannya jadi kurang baik, fonts dimenubar kemudian fonts yang item menu ada yang jadi, terpotong, tidak muncul sempurna. Untuk game jaman dulu kala seperti Championship Manager 00/01 dari hasil trial saya dapat berjalan, tapi ketika cursor dibawa ke area window game itu jadi ilang. Jadi agak rumit memainkan game tersebut tanpa cursor kelihatan di windownya, sering salah-salah klik. Hah repot jadinya..

Bagi yang suka mengoprek, untuk mengunduh program WineHQ ini dapat melalui link ini . Tersedia untuk beragam distro linux kok, jadi tidak hanya untuk Ubuntu saja. Sementara saya masih mencari-cari perangkat lunak GIS lain yang opensource atau yang berbasis linux untuk dicoba di Ubuntu. Mungkin dilain hari bisa jadi bahan .

 

 

]]>
http://senimanpeta.com/rss-comments/
Ubuntuku.. http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=40628 http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=40628 Thu, 8 Jul 2010 23:38:46 +0700 Ariev Senimanpeta (ariev@senimanpeta.com) Informasi http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=40628

Sebulan kemarin saya vakum, tidak ada aktivitas nge-blog, alasannya apa?. Sakit yang mendera berhari-hari di awal sampai  pertengahan juni, sibuk menyelesaikan tunggakan tugas sambil melakukan upaya recovery, apalagi ya yang dapat saya jadikan alasan...?. Sudahlah alhamdulillah itu sakit telah berlalu, saatnya kembali beraktivitas normal dan semakin baik lagi. Saya awali tulisan bulan ini dengan Ubuntu ya..

Posting kali ini berbeda dari yang sebelumnya, biasanya saya mengetik di si mungil netbook asus, ini spesial di desktop dengan system operasi Linux Ubuntu 10 Lucid Lynx, lengkapnya katanya begini You are using Ubuntu 10.04 LTS - the Lucid Lynx - released in April 2010 and supported until April 2013 .

Ini bukan kali pertama saya mencoba Linux, awal tahun 2000 pernah dengan RedHat, kemudian sekitar 2004/2005 mencoba KNOPPIX GIS, kemudian lagi sekitar 2007/2008 dengan Fedora Core karena perangkat lunak yang ingin saya pergunakan menangani data SST (Sea Surface Temperature) dan Chlorophyl yang bernama SEADAS itu salah satunya hidup di distro itu. Gilak..ribetnya minta ampun waktu itu, butuh waktu untuk ngoprek agar bisa harmonis dengan hardware yang ada. Buat saya sih ini dapat dimaklumi, jangan dibandingkan dengan Leopard atau Windows hehehe.

Oh iya, sebelum akhirnya mencoba Ubuntu 10.04 LTS, sebenarnya awalnya ragu-ragu bin males. Ragu akan kompatibilitasnya dengan hardware yang saya punya untuk dekstop ini, males karena saya tahu dari pengalaman yang sudah-sudah, saya selalu harus menyediakan waktu banyak untuk ngoprek agar sistem operasi ini harmonis dengan hardware. Tapi kali ini diluar dugaan, ngopreknya jauh lebih sedikit dari perkiraan saya, eh sejauh ini sudah klop, benar-benar lebih cepat dari perhitungan saya. Kaget juga usb modem Huaweii yang saya gunakan untuk koneksi internet di netbook bisa dikenali dengan sedikit oprek. Mantab..!. Apa rahasianya..? tekun membaca help dan mencobanya, itu saja. Rahasia lain tidak penting, seperti kalimat yang jadi bekal saya ketika ngoprek Linux ini adalah “ maklum karena operating system ini gratis, perlu dioprek agar harmonis” dan kalimat klasik “ono rego ono rupo” hehehe...

Ya walaupun bukan pertama kali memakai Linux, saya masih merasa pemula, awam..!, kadang masih plonga-plongo, kagum saja, ternyata perkembangan cepat sekali. Yang saya pasang ini ternyata jauh lebih maju dari yang saya pakai 2007/2008 lalu di mesin IBM T42 bekas bos. Kemudian yang tidak habis pikir membangun yang seperti ini tidak mudih, tapi kemudian digratiskan..!.

Lebih tercengang lagi membaca

Ubuntu Philosophy: that software should be

available free of charge, that software tools should be usable

by people in their local language and despite any disabilities,

and that people should have the freedom to customize and alter

their software in whatever way they see fit.


Wah kok tidak dangkal ternyata, ada konsep garang dibelakang pembangunan distro ini. Terbayang dibenak saya sistem operasi canggih, gratis, aman, stabil, mudih digunakan. Jadi semua anak bangsa Indonesia bisa dengan mudih memakai, orant tua anak bangsa ndak perlu keluar duit ekstra, anak bangsa bisa menggunakan komputer untuk mendukung belajarnya, ndak perlu operating system bajakan, cukup linux + open office sudah bisa ngetik, buat laporan, presentasi tugas sekolah. Kapan ya bisa..?

Anyway, sebagai tambahan informasi, desktop yang saya pakai untuk ber-linux ria ini hasil rakitan bli @baliun , matur suksma nggih bli, dengan spesifikasi hardware adalah:

Prosesor : Pentium (R) Dual Core E5400 @ 2.7 Ghz

MotherBoard : ASUS P5KPL – AM SE

RAM : Visipro 2 GB

VGA : ASUS EN8400GS Silent dengan memori 512 MB

HDD : Seagate Barracuda lawas kapasitas 40 GB



Ada yang mau mencoba..?

 

 

]]>
http://senimanpeta.com/rss-comments/
Di Rote http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=36286 http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=36286 Fri, 28 May 2010 14:00:29 +0700 Ariev Senimanpeta (ariev@senimanpeta.com) Informasi http://senimanpeta.com/?pg=articles&article=36286 Ini menyambung cerita mengenai pantai-pantai sebelum-sebelumnya. Masih ingat mengenai artikel saya tentang pantai Sanur, Dili, Kuta, Tablolong?. Nah ini masih serupa dengan itu, hanya lokasinya tentu berbeda lagi. Yang akan saya ceritakan ini berlokasi di Pulau Rote/Pulau Roti. Kalau secara administratif masih di wilayah Kabupaten Rote Ndao, Propinsi Nusa Tenggara Timur.Dimana letak Pulau Rote ini..?

Apabila anda melihat peta sederhana dibawah atas, tentu kemudian menjadi tahu letak Pulau Rote tersebut. Yak..!, terletak di dekat Pulau Timor. Termasuk berada di sisi luar pulau itu. Pulau ini sudah cukup terkenal dan cukup ramai dikunjungi wisatawan asing. Waktu pekan lalu saya kebetulan mendarat disana, berjumpa pula turis-turis manca negara itu. Bagaimana mencapai pulau itu?. Kalau anda sudah mencapai Kupang itu akan mudah sekali. Yang anda perlukan tinggal datang ke Pelabuhan Tenau sebelum jam 9 pagi deh. Kemudian beli tiket ferry cepat ke Baa, Ibu Kota Kabupaten Rote. Kalau kelas VIP sekitar Rp 145.000,-, kalau yang biasa (eksekutif tuh) Rp 105.000,-. Perjalanan menuju Rote akan memakan waktu 2 jam. Oh iya, ferry penyeberangan cukup nyaman, bahkan kalau menurut saya adem karena AC-nya kenceng juga menghembuskan udara dingin, trus full music, apalagi yang di VIP. Saya sempat melongok ke kabin VIP-nya hehe.

Sayangnya tak banyak yang bisa saya abadikan dalam gambar karena waktu jalan-jalan sempit sekali. Saya tetep harus fokus pada pekerjaan yang harus selesai itu. Nah, setidaknya ada dua gambar yang ingin saya tunjukkan. Yang pertama adalah suasana senja di tepian pantai, lokasinya di Rote Timur kemudian yang kedua adalah suasana pagi di pelabuhan, Kota Baa, saya ambil dari atas balkon hotel.

 

 

senja di rote timur

                                           Senja di Rote Timur

 

pelabuhan baa

                                   Pelabuhan di Kota Baa dari kejauhan

 

Sayangnya saat itu signal lagi tidak bagus, jadi susah geotagging.. doh... Oh iya saya masih menyimpan rasa penasaran kalau berkaitan dengan Rote, yaitu Nemberala..!. Tempat yang tersohor untuk para peselancar, pengen liat seperti apa sih.. Mudah-mudahan suatu saat nanti sampai ke sana.

]]>
http://senimanpeta.com/rss-comments/